Tampilkan postingan dengan label Laravel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Laravel. Tampilkan semua postingan

Halo semuanya,

Akhirnya setelah mempertimbangkan publish atau tidak nya source code project website yang sedang dikerjakan sekaligus digunakan, sekarang saya putuskan untuk mempublish nya dalam sebuah package laravel. semoga package ini bisa membantu mempermudah dalam proses pembuatan website terutama bagi saya dan bagi semuanya

Background Jadi memang saat saya mengerjakan beberapa permintaan klien, biasanya kasus untuk website nya sama dan tidak jauh berbeda, misalnya website company profile, website profil sekolah, website profil usaha dan lainnya. Kebanyakan memang untuk pembuatan website sederhana seperti ini sangat dibutuhkan dan jika saya harus membuat dari awal maka terlalu banyak proses yang berulang, sehingga package ini sebagai jalan pintas sembari tetap bisa melakukan maintenance kesemua website karena menggunakan sistem yang sama. Kenapa tidak pakai Wordpress ? Tentu wordpress adalah salah satu cms yang telah digunakan oleh semua developer di seluruh dunia dan memang wordpress ini paling terkenal dan lengkap, namun bagi sebagain orang awam, menggunakan wordpress itu masih sangat bingung karena tentu tidak semua fitur dan kecanggihan wordpress diketahui oleh orang awam, sehingga ketika saya membuatkan website bagi calon klien, maka saya akan melihat kebutuhan dan skala penggunannya.

Apa itu Laravel :

Laravel adalah sebuah framework aplikasi web PHP open-source yang memudahkan pengembangan web dengan struktur yang terorganisir dan efisien. Framework ini menggunakan pola arsitektur Model-View-Controller (MVC) untuk memisahkan logika aplikasi, data, dan tampilan, sehingga memudahkan pengelolaan, pemeliharaan, dan pengembangan aplikasi yang kompleks dan skalabel. 

Apa itu Laravel Package : 

Laravel package adalah kumpulan kode siap pakai yang menambah fungsionalitas khusus ke aplikasi Laravel Anda, seperti plugin atau modul, untuk menghemat waktu pengembangan dan menyederhanakan tugas-tugas tertentu. Paket ini memungkinkan developer untuk memanfaatkan solusi yang sudah dibuat sebelumnya, alih-alih harus membuat semuanya dari nol. Contoh umum termasuk paket untuk otentikasi, pengelolaan izin, backup data, atau pembuatan admin panel. 


SuryaCms 

Laravel Package yang berisi CMS siap pakai "seperti wordpress"
untuk tata kelola atau Managemen System website sederhana mencakup:
- Postingan & Category
- Halaman
- Gallery
- Youtube Embed
- Inbox System
- Menu Builder
- Sistem Tema Website
- Homepage Builder "seperti elementor"
- Export & Import Backup
- Setting & SEO Website

Package url :
https://packagist.org/packages/uiaciel/suryacms

demo :
Sedang disiapkan, yang berminat bisa langsung komen aja

Pull request, issue, atau saran sangat terbuka.
Silakan fork repository ini, lakukan perubahan, lalu kirimkan PR.


Hallo, 

When Your finish with your laravel project and then you will upload laravel project in server, especially to Share hosting, you must setting .htaccess file. because this file very important for your laravel project by default laravel not setting for https redirect.


What is HTTPS?

Hypertext transfer protocol secure (HTTPS) is the secure version of HTTP, which is the primary protocol used to send data between a web browser and a website. HTTPS is encrypted in order to increase security of data transfer. This is particularly important when users transmit sensitive data, such as by logging into a bank account, email service, or health insurance provider.

Any website, especially those that require login credentials, should use HTTPS. In modern web browsers such as Chrome, websites that do not use HTTPS are marked differently than those that are. Look for a padlock in the URL bar to signify the webpage is secure. Web browsers take HTTPS seriously; Google Chrome and other browsers flag all non-HTTPS websites as not secure.

Why is HTTPS important? What happens if a website doesn’t have HTTPS?


HTTPS prevents websites from having their information broadcast in a way that’s easily viewed by anyone snooping on the network. When information is sent over regular HTTP, the information is broken into packets of data that can be easily “sniffed” using free software. This makes communication over the an unsecure medium, such as public Wi-Fi, highly vulnerable to interception. In fact, all communications that occur over HTTP occur in plain text, making them highly accessible to anyone with the correct tools, and vulnerable to on-path attacks.
Terminal Cpanel

Halo Sob, 

Dicatatan kali ini saya ingin membagikan dan menuliskan tutorial menginstall atau memindahkan project kita ke cpanel hosting (Share Hosting).

Kita tau bahwa cpanel menempatkan document root (Public) pada folder Public_html sedangkan Laravel menempatkan document root pada folder public, jadi secara logika maka kita harus membuatkan symlink public laravel ke public_html milih cpanel agar webstie dapat berjalan dengan sebagaimana mestinya.

Perlu diketahui tidak semua Hosting membuka akses Terminal pada Akun cpanel, biasanya hanya pada paket-paket tertentu. 

Install Laravel 9 di Hosting Cpanel melalui Cpanel

1. Akses Ke cpanel hosting 

2. Masuk ke Menu Terminal

3. setelah masuk ke terminal perhatikan root yang tersedia, karena ini akan menentukan dimana nanti kita akan menginstall Laravel.

4. Install laravel seperti biasa menggunakan composer

5. sayang nya di hosting kita tidak bisa menggunakan Node Js dan Node Package Manager (npm) sehingga proses installasi laravel tidak bisa dilanjutkan dengan menginstall paket tambahan

6. hapus folder public_html dengan perintah rm -R public_html (hati-hati yah kehilangan data bukan tanggung jawab saya, pastikan sebelum melakukan penghapusan tidak terdapat data di public_html)

7. buat Symlink dengan perintah ln -s laravel/public public_html

8. Selesai akses langsung ke domain utama

Halo,
Beberapa minggu ini saya sedang mengerjakan project website untuk salah satu client, dikarenakan butuh website yang bisa langsung jadi, maka saya memutuskan untuk membangun website nya menggunakan Laravel. 

Laravel adalah salah satu framework untuk membangun website dengan paket yang sudah lengkap dan sangat membantu sekali dalam membangun website berdasarkan kebutuhan klien. apa lagi untuk klien yang membutuhkan website dengan kostumasi tinggi. kostumasi inilah yang sangat memungkinkan kita lakukan di laravel. selain itu juga laravel didukung oleh komunitas yang besar termasuk didalam nya ketersediaan paket/package custom opensource yang bisa kita gunakan.

Sala satuanya yang saya butuhkan untuk membangun website dengan cepat adalah package untuk halaman admin.

Voyager Laravel

Voyager Laravel Adalah salah package Admin yang memudahkan kita membuat proses CRUD pada halaman Admin, Voyager laravel sudah termasuk paket yang lengkap karena sudah menyediakan Fitur Role & Permission, Managemen Users, Menu Builder, CRUD Generator, Create Database dan gak ketinggalan yaitu Media Library.

Penjelasan selanjutnya nanti akan diposting pada tulisan selanjutnya, berikut adalah catatan mengenai setting JSON formfield pada BREAD (Browse, Read, Edit, Add, Delete) pada Package Voyager.


Checkbox 

{
    "1" : "Yes",
    "0" : "No",
    "checked" : false
}

Dropdown 

{
    "default" : "Full",
    "options" : {
        "Full": "Full",
        "Sidebar": "Sidebar",
        "Blog": "Blog"
    }
}

Dropdown Language

{
    "default" : "En",
    "options" : {
        "En": "English",
        "Id": "Indonesia"
    }
}

Dropdown Status Post

{
    "default" : "Published",
    "options" : {
        "Published": "Published",
        "Draf": "Draf",
        "Expired": "Expired"
    }
}


Text RichText (Tinymce)

{
    "tinymceOptions" : {
        "height": "300",
        "forced_root_block ": "p"
    }
}

Number

{
    "default": 1
}


Routing atau Route atau Rute dalam Framework laravel adalah salah satu yang paling penting, karena mulai dari route ini lah kita bisa merancang tujuan dari website tersebut.

jadi case nya kali ini adalah tentang routing dengan nilai atau parameter yang sama selalu saja nyasar ke routing lain, ternyata penyebabnya adalah penempatan routing nya.

Poin nya adalah Routing Statis harus ditempatkan paling atas, Posisi routing statis harus ada paling atas dari routing dinamis.

Kalian bisa coba jalankan contoh routing ini agar lebih jelas.

Penempatan Routing pada script diatas akan menyebabkan route statis (rute yg bawah) tidak akan berjalan, karena  routing dinamis terlebih dahulu menproses nya.

Kesimpulannya 
Selalu tempatkan routing statis dipaling atas ya. Semoga bermanfaat!





Catatan pribadi, silahkan gunakan dan semoga bermanfaat.

Instalasi Laravel versi 7


Command Membuat Model Controller dan Migrasi sekaligus

php artisan make:model Todo -mrc


php artisan migrate


ERROR : 

(errno: 150 "Foreign key constraint is incorrectly formed")")


Penyebabnya karena diversi terbaru laravel menggunakan bigInteger

jadi penulisannya harus 


table post

$table->increments('id');
            $table->unsignedBigInteger('user_id');
            
            $table->unsignedBigInteger('kategori_id');

tabel kategori

 Schema::create('kategoris', function (Blueprint $table) {
            $table->bigIncrements('id');

Harus sama, menggunakan BigInteger dan bigIncrements nya.


Atau penyebab kedua adalah karena urutan data migration nya, 

jika yang di migration pertama adalah artikel, sedangkan kategori kedua, maka akan error. karena mysql tidak akan menemukan table kategori yang diminta dalam relasi tabel. 


maka harus kategorinya terlebih dahulu, baru setelah itu artikelnya.
kembali keawal, proses pembuatan model migration database, controller dan resource haruslah di urutan pertama kategorinya, setelah itu baru artikelnya.

php artisan make:model Kategori -mcr

php artisan make:model Artikel -mcr